Kamis, 16 Agustus 2012

Renungan Harian - Kubur Masa Lalu

KUBUR MASA LALU



Seorang pelari mempunyai syarat mutlak untuk meraih kemenangan. Ia harus mampu mengarahkan pandangannya ke depan, jika ia menoleh ke belakang dapat dipastikan dia akan kalah. Karena saat dia menoleh akan ada waktu yang terb

uang dengan percuma.

Jika kita ingin meraih kemenangan dan memiliki hidup yang maksimal, kita juga harus mencontoh apa yang dilakukan para pelari. Melihat ke depan dan melupakan apa yang ada di belakang kita, menginggalkan masa lalu kita yang kurang berkenan di hadapanNya. Kalo kita masih hidup di bawah bayang-bayang masa lalu, kita tidak akan pernah maksimal dalam menghadapi hidup. Bagaimana dapat maksimal jika kita selalu diintimidasi oleh si iblis dengan bayang-bayang masa lalu kita.

Mungkin kita dibesarkan dari keluarga yang broken home. Mungkin kita memiliki masa lalu yang nakal, suka mencuri, suka berbohong, suka mengadu domba, suka menfitnah, suka melawan orang tua. Mungkin kita mantan pemakai narkoba, mantan preman, mantan alkoholik, mantan pecandu seks ataupun bekas orang paling jahat sekalipun. Tetapi jangan biarkan masa lalu kita menjadi penghambat langkah kita untuk lari mencapai garis akhir.

Masa lalu saya pun tidak sebaik yang mungkin anda bayangkan. Walaupun saya dilahirkan di keluarga Kristen yang taat sama Kristus, tetapi saya tumbuh menjadi orang yang nakal. Berbohong dan mencuri sudah menjadi gaya hidup saya sehari-hari. 90% hidup saya isinya hanyalah kebohongan. Awalnya hanya berbohong untung masalah kecil, tapi lama kelamaan saya berbohong untuk menutupi kebohongan-kebohongan yang saya buat dan pada akhirnya hidup saya penuh dengan kebohongan. Bahkan orang tua saya sampai mengeluhkan tingkah laku saya. Sampai suatu hari saya bertobat dan mengambil keputusan untuk merubah setiap hidup saya. Saya ingin menjadi seorang pemenang. Tapi apa yang terjadi. Ternyata semua tidak semudah yang saya bayangkan. Saya sering diintimidasi oleh iblis mengenai masa lalu saya. Mana bisa orang yang sekotor aku manjadi orang yang bersih. Saat ingin memulai pelayanan, iblis selalu menyerang saya dengan masa lalu saya. Iblis selalu mengatakan bahwa saya tidak layak melayani Yesus, saya kotor, saya penuh dengan dosa. Saya sering jatuh bangun menghadapi ini semua. Tetapi bersyukur akhirnya saya dapat terbebas dari intimidasi si iblis, dengan cara melupakannya.

Lupa itu gampang, tetapi melupakan itu yang sulit. Harus ada komitmen dan kemauan yang kuat untuk dapat melupakan masa lalu kita. Kita hidup di masa sekarang dan bukan di masa lalu, jadi kenapa kita harus selalu terintimidasi dengan masa lalu kita? Jangan mau diintimidasi oleh si iblis, katakan bahwa masa lalumu sudah di kubur. Pengampunan Tuhan tidak hanya mengampuni dosa yang kita buat sekarang, tetapi juga menghapus kesalahan-kesalahanyang kita perbuat di waktu yang telah lalu. Buang masa lalumu dan jadilah maksimal di dalam Tuhan.

Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap, bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, 
Filipi 3 : 13






Tidak ada komentar:

Posting Komentar